Analisis Pidato Kenegaraan: Bisa untuk Ekonomi pada Tahun Politik

Bisa! Kita Bisa! Demikian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berulang kali mengekspresikan optimismenya selama pidato kenegaraan, Jumat (15/8). Sepanjang pidato, Presiden lebih banyak menghabiskan waktu mengurai ”prestasi” pemerintah selama empat tahun dan janji setahun ke depan.

Inilah pidato kenegaraan keempat Presiden Yudhoyono di hadapan parlemen menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Prestasi itu antara lain soal angka kemiskinan yang mengalami penurunan dari 17,7 persen pada tahun 2006 menjadi 15,4 persen tahun ini. Ini, lanjut Presiden, adalah angka kemiskinan terendah selama sepuluh tahun terakhir. Baca lebih lanjut

Iklan

SANG WAPRES DAN MBOK JAMU

H.M. Jusuf Kalla, pada tanggal 7 sampai 8 Februari 2008 telah mejadi daya tarik masyarakat Kepulauan Riau, sosok yang saat ini sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dan sekaligus Ketua Umum Partai Golkar melakukan kunjungan kenegaraan di Bumi Melayu Kepulauan Riau. Telah menjadi rahasia umum setiap kedatangan orang penting (Wapres) senantiasa menggunakan Protap (prosedur tetap), maka tidak heran jika salah satu pesawat komersil Indonesia tujuan Hang Nadim harus dialihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Syarif Kasim II disebabkan dalam waktu bersamaan pesawat Wapres RI mendarat di Bandara Hang Nadim.

 

Kegiatan pertama Sang Wapres (baca ; H.M Jusuf Kalla) melakukan silaturrahmi dengan kader Partai Golkar Se-Kepri dan tokoh – tokoh masyarakat Kepulauan Riau di Hotel Novotel Batam, tentulah ruangan tersebut telah dijaga pasukan pengaman wakil presiden (Paspamwapres) dengan terlebih dahulu melakukan sterilisasi ruangan. Tepat pukul 20.00 Wib, Sang Wapres memasuki ruangan pertemuan dengan didampingi oleh Sang Gubernur (Baca ; Ismeth Abdullah) beserta anggota DPD RI yang juga Ketua Umum PKK Provinsi Kepri. Di ruangan tersebut telah menunggu sejumlah pejabat teras se-Provinsi Kepri seperti Wakil Gubernur Kepri (H.M Sani), Sekretaris Daerah Kepri (Edi Wijaya), Walikota Tanjungpinang (Suryatati A Manan), Bupati Karimun (Nurdin Basirun), Walikota Batam (Ahmad Dahlan) dan tentu Bupati Bintan yang sekaligus Ketua DPD I Partai golkar Kepri (Ansar Ahmad), disamping itu ketua – ketua DPRD Se-Kepri hadir untuk mengikuti pertemuan tersebut, sementara Bupati Natuna (Daeng Rusnadi) tidak hadir dikarenakan sedang melakukan persiapan untuk kunjungan Sang Wapres di Kabupaten Natuna. Baca lebih lanjut