Sanggupkah Artis di Panggung Politik

Semakin banyak saja artis berkiprah di panggung politik, baik di panggung legislatif maupun eksekutif. Berbeda dengan di panggung legislatif yang telah lebih dulu dirambah para artis, kiprah artis di panggung eksekutif masih berada dalam hitungan jari. Tampilnya sejumlah figur artis ke posisi puncak eksekutif seperti Dede Yusuf untuk jabatan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Rano Karno untuk jabatan Wakil Bupati Tangerang, telah memotivasi banyak artis untuk terjun ke panggung politik, guna berkompetisi merebut jabatan publik di area legislatif dan eksekutif.

 

Kita berpendapat bahwa tampilnya artis di panggung politik adalah wajar dan sah-sah saja, mengingat para artis juga memiliki hak politik sebagai warga negara, lebih khusus lagi hak untuk memilih dan dipilih. Namun, kita patut mengingatkan para artis untuk juga tidak sekedar bersifat latah, hanya karena mereka telah memiliki modal popularitas. Panggung seni peran (untuk artis film, sinetron, atau teater) dan panggung hiburan (untuk penyanyi, pemusik, dan pegiat seni lainnya) tentu amat berbeda dengan panggung politik.

 

Para artis harus pula membekali diri dengan kemampuan memimpin dan sifat-sifat kepemimpinan (leadership) yang itu tidak bisa didapati secara instan dari atas panggung hiburan. Kemampuan memimpin itu harus diperoleh melalui proses panjang, misalnya melalui kemampuan dan latihan berorganisasi baik di organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun partai politik. Artis hendaknya mampu membawa pencerahan di panggung politik. Kemampuan artis untuk mampu memunculkan model kepemimpinan ideal adalah salah satu manifestasi dari gerakan pencerahan itu.

 

Tampilnya para artis di panggung politik juga mesti menampilkan pencerahan ke atas panggung politik. Stigma bahwa artis cuma bisa mengurusi bidang kesenian, atau lebih jauh urusan budaya, haruslah ditepis jauh-jauh. Apabila ada artis yang mampu tampil sebagai anggota parlemen maka dia pun harus mampu mengurusi persoalan semisal pendidikan, atau pertanian, atau transportasi, atau bahkan urusan hukum, konstitusi, dan lain sebagainya. Janganlah para artis yang sudah menjadi politisi merelakan dirinya terstigma sebagai orang yang hanya bisa mengurusi bidang seni dan budaya.

 

Di era multipartai sekarang ini, makin banyak pintu masuk bagi para artis untuk menjadi politisi. Kita mengapresiasi tampilnya para artis di panggung politik, namun bersamaan dengan itu, kita pun berharap agar para artis mampu membawa pencerahan baru di panggung politik. Sanggupkah para artis menampilkan diri sebagai sosok politisi yang beridealisme kuat, berintegritas, dan mampu menjadi teladan publik? Kita tunggu dan lihat bagaimana nanti.

Iklan

2 Tanggapan

  1. fenomena artis banting setir kepolitik disebabkan banyak faktor. Juga karena kecerdikan para artis itu sendiri. Soalnya mereka melihat bahwa politisi zaman sekarang tidak lagi dipercaya masyarakat. Para politisi busuk merajalela. Nah masuklah para artis dikancah politik ini hitung2 pake kepopulerannya selama ini.
    Salam

  2. ikut nimbrung donk….
    gue M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT juga KEPENTINGAN PEMERINTAH yang benar2 bekerja menjalankan amanat RAKYAT, bukan kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ????
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin yang “pinter” tapi minteri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: