Peta Wilayah Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2002 dan pemerintahannya baru efektif berjalan sejak 1 Juli 2004 meliputi 4 ( empat ) Kabupaten dan 2 ( dua ) Kota yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga serta Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Secara geografis Provinsi ini terletak pada posisi yang strategis yaitu berada pada dua jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan melalui Selat Malaka dan Selat Karimata dan berbatasan langsung dengan negara Singapura, Malaysia dan Thailand.

Provinsi ini merupakan salah satu dari 33 Provinsi di Indonesia yang memiliki letak geografis yang sangat strategis. Letak wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand yang merupakan salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di dunia telah memberikan keunggulan komperatif terhadap perkembangan Provinsi Kepulauan Riau. Posisi Provinsi Kepulauan Riau juga menjadi semakin penting karena berada di jalur perdagangan international yaitu Selat Malaka.

Wilayah perairan Provinsi Kepulauan Riau meliputi Laut Cina Selatan ( Laut Natuna ) yang berbatasan dengan wilayah perairan negara Malaysia, Kamboja, singapura dan Vietnam di Bagian Utara, Bagian Timur berbatasan dengan Negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat,  Bagian Selatan berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Jambi dan Provinsi Riau; sedangkan di Bagian Barat berbatasan dengan Negara Malaysia, Singapura dan wilayah Provinsi Riau.

Luas wilayah Provinsi Kepulauan mencapai 425.214,6679 km2 yang terdiri dari  perairan seluas 417.005,0594 km2 (98,05%). Sementara luas daratannya mencapai 8.209,605 km2 (1,95 %) yang terdiri dari gugusan pulau besar dan kecil, panjang garis pantai 2.367,6 km. Dari 6 kabupaten/kota yang berada dalam wilayah administrasi Provinsi Kepulauan Riau, seluruhnya merupakan wilayah yang memiliki daerah pesisir dan terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil. Dari lebih kurang 2.408 pulau, hanya 366 buah (15%) yang berpenghuni, 2.042 buah (85%) belum berpenghuni. Beberapa pulau yang dapat dikategorikan sebagai pulau besar di provinsi ini adalah Pulau Bintan, Batam, Karimun, Singkep, Lingga, Senayang, Bunguran dan pulau-pulau Anambas. Sedangkan sisanya merupakan pulau dan gugusan pulau kecil.

 

Perairan Provinsi Kepulauan Riau bagian barat umumnya mempunyai kedalaman yang relatif dangkal yaitu sekitar 40 meter dengan dasar lumpur berpasir dan berkarang. Salinitas perairan pantai yang banyak terdapat pemukiman penduduk berkisar 28 ‰ dan perairan lepas pantai 35 ‰. Kecepatan arus dan perbedaan pasang surut tidak sebesar di Selat Malaka. Perairan di daerah ini secara bergantian dipengaruhi oleh massa air yang datang dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa.

 

Dibagian Timur, perairan  yang dimulai dari timur Pulau Bintan dan Pulau Singkep, kedalaman lautnya melebihi 80 meter dengan dasar pasir campur pasie lumpur dan karang. Periaran di wilayah ini banyak dipengaruhi oleh Laut Cina Selatan dan Laut Jawa.

 

Kondisi iklim Provinsi Kepulauan Riau adalah beriklim tropis dengan temperatur rata-rata terendah 23,9° C  dan tertinggi rata-rata 31,8° C dengan kelembaban udara sekitar 87 %. Setiap setengah tahun berubah antara musim kemarau dan musim hujan. Kemudian berdasarkan arah mata  angin berlaku musim utara, musim selatan, musim barat dan musim timur. Musim tersebut sangat bepengaruh terhadap usaha perikanan di Provinsi Kepulauan Riau baik usaha panangkapan maupun usaha budidaya.

 

 

 

 

 

 

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: