H.M. Jusuf Kalla, pada tanggal 7 sampai 8 Februari 2008 telah mejadi daya tarik masyarakat Kepulauan Riau, sosok yang saat ini sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dan sekaligus Ketua Umum Partai Golkar melakukan kunjungan kenegaraan di Bumi Melayu Kepulauan Riau. Telah menjadi rahasia umum setiap kedatangan orang penting (Wapres) senantiasa menggunakan Protap (prosedur tetap), maka tidak heran jika salah satu pesawat komersil Indonesia tujuan Hang Nadim harus dialihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Syarif Kasim II disebabkan dalam waktu bersamaan pesawat Wapres RI mendarat di Bandara Hang Nadim.
Kegiatan pertama Sang Wapres (baca ; H.M Jusuf Kalla) melakukan silaturrahmi dengan kader Partai Golkar Se-Kepri dan tokoh – tokoh masyarakat Kepulauan Riau di Hotel Novotel Batam, tentulah ruangan tersebut telah dijaga pasukan pengaman wakil presiden (Paspamwapres) dengan terlebih dahulu melakukan sterilisasi ruangan. Tepat pukul 20.00 Wib, Sang Wapres memasuki ruangan pertemuan dengan didampingi oleh Sang Gubernur (Baca ; Ismeth Abdullah) beserta anggota DPD RI yang juga Ketua Umum PKK Provinsi Kepri. Di ruangan tersebut telah menunggu sejumlah pejabat teras se-Provinsi Kepri seperti Wakil Gubernur Kepri (H.M Sani), Sekretaris Daerah Kepri (Edi Wijaya), Walikota Tanjungpinang (Suryatati A Manan), Bupati Karimun (Nurdin Basirun), Walikota Batam (Ahmad Dahlan) dan tentu Bupati Bintan yang sekaligus Ketua DPD I Partai golkar Kepri (Ansar Ahmad), disamping itu ketua – ketua DPRD Se-Kepri hadir untuk mengikuti pertemuan tersebut, sementara Bupati Natuna (Daeng Rusnadi) tidak hadir dikarenakan sedang melakukan persiapan untuk kunjungan Sang Wapres di Kabupaten Natuna.
Dihadapan seluruh kader Partai Golkar Kepri, Sang Wapres menyampaikan pidato politik terkait dengan masa depan Partai Golkar dalam menyongsong pemilu 2009, kunci sukses kemenangan Partai Golkar bukan terletak pada kehebatan kampanye, mendatangkan artis, atau politik uang karena masyarakat sudah mulai cerdas untuk menentukan pilihan, maka kader partai golkar harus mampu berbuat dan berkarya untuk bangsa. Dalam pidato politik Sang Wapres juga mengharapkan kepala daerah dan anggota legislatif dari partai golkar maupun yang diusung partai golkar memberikan teladan kepada kepada masyarakat, karena erat kaitan dengan pencitraan partai, kalau citra pemimpin yang diusung partai golkar jelek, otomatis citra partai juga hancur.
Begitulah inti dari isi pidato politik Sang Wapres yang bisa penulis simpulkan, Sang Wapres menyampaikan dengan gaya yang khas dan bahasa yang sederhana sehingga kader partai dengan mudah mencernanya. Memang sudah semestinya Sang Wapres menyampaikan point penting kesuksesan partai golkar dalam menyosong pemilu 2009, karena menurut penulis, Golkar adalah partai besar dan satu – satunya partai dalam sejarah perpolitikan Indonesia yang mampu mendominasi perolehan suara selama lima kali pemilihan umum dan meraih mayoritas tunggal. Kebesaran partai Golkar tidak bisa dilepaskan dari strategi politik yang diterapkannya, Partai Golkar dipercaya oleh rakyat dari pemilu ke pemilu terkait erat dengan kemampuan Golkar menangkap apa yang dibutuhkan rakyat, kemudian membuatnya menjadi nyata atau dengan bahasa lain Golkar make people’s dream come true. Hasil pemilihan langsung pilpres telah mengantarkan Golkar kembali memegang tampuk kekuasaan negara. Keberhasilan Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden memberikan ruang lebih besar kepada Golkar untuk menentukan arah perjalanan bangsa ke depan. Kinerja pemerintahan, khususnya yang berkaitan langung dengan tanggung jawab Jusuf Kalla akan berimplikasi pada imej Golkar dimata masyarakat. Imej Golkar akan semakin membaik dikala kinerja Jusuf Kalla dimata masyarakat adalah baik. Begitu juga sebaliknya.
Pertaruhan tingkat kepercayaan rakyat itu akan dibuktikan pada Pemilu 2009. Untuk mengantisipasi hal itu, sejak masa awal kepengurusan Golkar Periode 2004 – 2009 di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla, golkar diformat untuk menjadi partai yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, berorientasi hasil. Komitmen Golkar berada ditengah – tengah masyarakat guna membantu menyelesaikan problema kehidupan yang dirasakan sangat berat oleh rakyat kebanyakan. Jargon – jargon yang dikembangkan pun lebih mendekatkan diri pada kehidupan nyata yang dihadapi masyarakat. Salah satu jargon yang dikembangkan adalah “Bertindak Cepat Untuk Rakyat” dan “Golkar Peduli Pada Rakyat”, “Golkar Berkarya Untuk Bangsa”. Bagi Golkar setelah tujuan politik tercapai dan Ketua Umumnya menjadi Wakil Presiden serta mayoritas parlemen telah dikuasai kader – kader Golkar, nah kini saatnya mengimplementasikan janji – janji kepada masyarakat untuk melakukan perbaikan.
Pukul 22.15 Wib
Silaturrahmi Kader Partai Golkar Se Kepri dan Tokoh – tokoh masyarakat Kepulauan Riau bersama Ketua Umum Partai Golkar telah selesai ditutup. Agenda Sang Wapres berikutnya pada hari jum’at tanggal 8 Februari 2008 adalah melakukan kunjungan ke Kabupaten Natuna dalam rangka meresmikan RSUD Natuna, mengenai aktivitas Sang Wapres di Kabupaten Natuna penulis tidak begitu mengetahui secara detail dan pada hari yang bersamaan Sang Wapres juga melakukan kunjungan ke Kabupaten Bintan sebelum meninggalkan Kepulauan Riau. Begitulah Wapres dengan keprotokoler kenegaraan yang telah tersusun dengan rapi.
Dan Mbok Jamu, mengenai sosok ini penulis tidak mengetahui secara jelas kalau diperkirakan berumur sekitar 35an, kehadirannya dikantor Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau Komplek Bintan Centre tidak lain untuk mengikuti kehendak hatinya karena mendengar kabar kedatangan Jusuf Kalla Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI. Mbok Jamu hanyalah seorang pedagang jamu keliling, bukan seorang pedagang politik dan racikan jamunya memang enak untuk dinikmati membuat badan akan terasa segar seperti yang penulis rasakan. Penantian mbok jamu untuk menjumpai Sang Wapres dengan hati yang berdebar – debar, karena terlihat begitu dengar rombongan Sang Wapres menuju Tanjungpinang seusai melakukan peresmian pesantren di teluk ijo kabupaten Bintan, mbok jamu sibuk merapikan pakaiannya terutama kembannya dengan beberapa kali masuk kamar mandi kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau.
Mbok Jamu adalah sebuah fenomena yang menarik, sebuah gambaran kehidupan saat ini, tidak ada yang salah dalam diri mbok jamu, dengan berjualan jamu dari pagi hingga petang mengharapkan sebuah bekal hidup untuk memperpanjang hidup bahkan juga demi anak – anaknya. Kemiskinan adalah sesuatu yang tidak kita inginkan, tapi merupakan hal yang tidak terelakkan. Dalam berbagai studi tentang pembangunan negara, kemiskinan merupakan masalah krusial yang sering dibicarakan, jangankan pada negeri belahan dunia ketiga, sepertinya negeri kita, pada negara super power dan makmur sekelas amerika pun, kemiskinan ini menjadi soal yang memeningkan kepala, meskipun dengan kuantitas dan kualitas yang berbeda.
Perjumpaan Sang Wapres dan Mbok Jamu juga dinantikan oleh beberapa pengurus Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau yang secara bersamaan ditugaskan untuk menyambut kedatangan Sang Wapres dikantor DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, hadir juga saat itu 2 (dua) orang anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Partai Golkar. Tapi nasib berkata lain, iring – iringan rombongan Wapres setelah melakukan sholat mahgrib digedung daerah langsung menuju kebandara kijang untuk melakukan kunjungan kenegaraan berikutnya.
Mendengar kabar bahwa Sang Wapres tidak singgah dikantor Partai Golkar Provinsi Kepri, ada kristal – kristal bening mengalir di kedua mata mbok jamu yang menanti pemimpin yang dicintainya untuk hadir dihadapannya dan mendengar keluhan hatinya.
Melihat mata mbok jamu yang terus mengalirkan kristal beningnya, pengurus Partai Golkar Kepri terenyuh dan berusaha melakukan komunikasi dengan pengurus lainnya yang pada saat itu bersama rombongan Sang Wapres agar mbok jamu punya kesempatan 1 (satu) menit atau bahkan 1 (satu) detik saja untuk berjumpa dengan Sang Wapres, tapi memang keprotokoler yang begitu ketat membuat pengurus Partai Golkar tidak bisa berbuat apa – apa.
Hingga akhirnya sampai ketelinga Bupati Bintan yang sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, bahwa dibalik suka dan gembiranya kader – kader Partai Golkar dengan kedatangan Sang Wapres yang juga Ketua Umum Partai, ada satu hati yang kecewa. Mendengar kabar tersebut Bupati Bintan langsung menuju kantor DPD I Golkar Kepri untuk menjumpai mbok jamu. Dihadapan mbok jamu Bupati Bintan yang sekaligus ketua Partai Golkar Kepri berjanji bahwa apa yang disampaikan mbok jamu tersebut akan sampai ke Sang Wapres.
Mendengar hal tersebut, ada senyum yang mengembang di wajah mbok jamu.
Sang Wapres… Adakah yang lebih indah selain cinta? Adakah yang lebih murni selain kasih? Adakah yang lebih tulus selain rasa sayang? Adakah yang lebih membahagiakan dimiliki?
Sang Wapres..Rakyat mengasihi mu, Rakyat menyayangi mu, Rakyat ingin memiliki dan dimiliki mu..
Selamat jalan Sang Wapres. Tunaikan tugasmu demi bangsamu.
Mbok Jamu itu pulang dengan senyumnya.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: Add new tag, Naskar Wandi, Politik, wapres





