Puisi Karya Soe Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendala Wangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

 

Analisis Pidato Kenegaraan: Bisa untuk Ekonomi pada Tahun Politik

Bisa! Kita Bisa! Demikian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berulang kali mengekspresikan optimismenya selama pidato kenegaraan, Jumat (15/8). Sepanjang pidato, Presiden lebih banyak menghabiskan waktu mengurai ”prestasi” pemerintah selama empat tahun dan janji setahun ke depan.

Inilah pidato kenegaraan keempat Presiden Yudhoyono di hadapan parlemen menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Prestasi itu antara lain soal angka kemiskinan yang mengalami penurunan dari 17,7 persen pada tahun 2006 menjadi 15,4 persen tahun ini. Ini, lanjut Presiden, adalah angka kemiskinan terendah selama sepuluh tahun terakhir. Baca selebihnya »

Mahasiswa Tolak Pemilu 2009

Puluhan mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia, Kamis (14/8), berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Yogyakarta menolak Pemilihan Umum 2009. Dalam orasinya, para demonstran menilai pemilu hanya dijadikan ajang obral janji dari para calon anggota legeslatif dan partai politik.

Selain itu, aksi tersebut juga diwarnai pembakaran kotak suara pemilu dan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sayangnya, aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi tidak mengambil tindakan terhadap aksi pembakaran foto tersebut. Selengkapnya Klik disini

Eko Irawan sumbang perunggu

Harapan Indonesia untuk meraih emas atau perak di cabang angkat besi di kelas 56 kilogram tidak menjadi kenyataan.

Lifter Eko Yuli Irawan hanya meraih perunggu dengan total angkatan mencapai 288 kg.

Ini adalah medali pertama untuk angkat besi putra di ajang olimpiade bagi Indonesia.

Medali emas diraih atlit tuan rumah Long Qinguang dengan total angkatan 292 kg. Perak diraih Anh Tuan Hoang dari Vietnam dengan total angkatan 290 kg. Baca selebihnya »

Sanggupkah Artis di Panggung Politik

Semakin banyak saja artis berkiprah di panggung politik, baik di panggung legislatif maupun eksekutif. Berbeda dengan di panggung legislatif yang telah lebih dulu dirambah para artis, kiprah artis di panggung eksekutif masih berada dalam hitungan jari. Tampilnya sejumlah figur artis ke posisi puncak eksekutif seperti Dede Yusuf untuk jabatan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Rano Karno untuk jabatan Wakil Bupati Tangerang, telah memotivasi banyak artis untuk terjun ke panggung politik, guna berkompetisi merebut jabatan publik di area legislatif dan eksekutif. Baca selebihnya »

Golkar Pakai Suara Terbanyak

Ketua Umum DPP Partai Golkar HM Jusuf Kalla mengakui penetapan calon legislatif (caleg) melalui mekanisme suara terbanyak, jauh lebih adil dan berpihak pada konstituen. Alasan ini pula yang mendorong JK untuk meninggalkan mekansime nomor urut. “Partai Golkar saat ini berencana agar tidak berdasar pada nomor urut saja. Siapa yang dapat suara terbesar, maka itu yang harus terpilih,” tegas JK saat melantik Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulbar di Mamuju, Minggu 10 Agustus.

Pulau Penyengat Inderasakti

 

Dizaman pemerintah Sultan Mahmud Syah (1761-1812 M), ketika beliau menikah  dengan Engku putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah sekitar tahun 1801 M, pulau ini diserahkan kepada permaisurinyasebagai mahar atau maskawinnya. Karena peranan pulau penyengat seangat penting didalam kesejarahan Kerajaan Riau itulah, pulau penyengat ini menjadi terkenal dan menarik minat orang untuk berkunjung.

Menurut cerita, pulau kecil di Kepulauan Riau ini sudah lama dikenal para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia dipulau itu. Menurut legenda lebih lanjut, nama “penyengat” diberikan kepada pulau itu, karena pernah pelaut-pelaut yang sedang mengambil air bersih ditempat itu diserang oleh semacam lebah (insect) yang dipanggil “penyengat” hingga menimbulkan korban. Sejak peristiwa itu pulau tersebut terkenal  di kalangan pelaut dan nelayan dengan sebutan “Pulau Penyengat”. Pada saat pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu, ia diresmikan dengan nama “Pulau Penyengat Indera Sakti”.

Baca selebihnya »

Pulau Iyu Kecil

Pulau Iyu Kecil merupakan pulau – pulau kecil terluar di Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi fisik pulau berbukit dan berbatu, luas ± 0,5 hektar, vegetasi yang tumbuh di pulau ini adalah kelapa, pandan, ketapang, pandan, dan waru. Sumberdaya ikan yang terdapat pada perairan sekitar pulau terdiri dari jenis-jenis ikan Kurau, Kerapu, Manyung, selar, tenggiri dan kakap. Pada pulau ini telah berdiri sarana mercusuar setinggi ± 18 m.

Permasalahan yang terdapat pada pulau ini adalah : terjadinya abrasi pantai akibat penambangan pasir, rendahnya akses menuju pulau dan rawan terjadinya ilegal fishing dan penyelundupan.

 

 

 

 
 

 

MANUSIA PRAGMATIS

Di tengah semakin luasnya wilayah permasalahan rakyat dan umat yang sangat kompleks, maka pandangan manusia yang diharapkan menentukan kehidupan sangat diperlukan dalam mengolah kepentingan, aspirasi dan dinamika kehidupan masyarakat yang mosaik masalahnya begitu ruwet. Dalam hal ini,pandangan manusia pragmatis yang positivistik dapat menawarkan gagasan serta memiliki komitmen moral yang sangat kuat untuk melibatkan diri dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan negara dengan tetap berpegang prinsip dan sikap yang sifatnya terbuka, kritis, objektif, kreatif, dan analitis. Terlebih dahulu kita perlu bertanya apa yang dimaksud dengan pandangan pragmatis yang positivistik itu. Baca selebihnya »

Data Perikanan Provinsi Kepri Tahun 2007

 

1.1

 

Luas Usaha Budidaya Perikanan Menurut Jenis Budidaya

Tabel

:

dan Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau Tahun 2007/

Table

Fishery Cultivation Area by Type of Cultivation and

 

 

 

Regency/Municipality in Kepulauan Riau, 2007

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Budidaya / Cultivation

 

 

 

 

 

Laut

Payau

Tawar

 

Kabupaten/Kota

Unit

Ha

Ha

 

Regency/Municipality

Marine

Brackish

Fresh Water

 

 

 

 

 

 

water pond

pond

 

1

2

3

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Karimun

 

 

567,00

-

28,57

 

2. Bintan

 

 

242,00

120,00

60,30

 

3. Natuna

 

 

4.595,00

33,11

-

 

4. Lingga

 

 

75,00

-

-

 

5. Batam

 

 

1.770,00

-

6,60

 

6. Tanjungpinang

1.185,00

-

12.630,00

 

Jumlah/Total

8.434,00

153,11

12.725,47

 

 

 

Baca selebihnya »